Motif dan Kematangan Sebelum Menikah

Tanyakan Motif dan Kematangan Sebelum Menikah

 

Adapun yang dimaksud kematangan untuk menikah ini memiliki beberapa kriteria. Menurut Vera, seseorang yang ingin menikah secara psikologis harus independen atau mandiri. Tingkat kemandirian pertama terkait emosional.

Kemandirian tipe ini perlu agar tidak lagi bergantung pada orangtua. “Jangan sampai nanti kalau sudah nikah malah seperti ‘Entar ya aku tanya papa mama dulu’. Kan gak lucu. Nanti mau ambil keputusan malah begitu,” kata dia.

Kriteria kemandirian kedua adalah secara finansial. Ini penting lantaran berkaitan dengan kesejahteraan dalam rumah tangga ke depan. Kemandirian finansial dimaksudkan agar nanti setelah masuk bahtera rumah tangga tidak lagi bergantung pada orangtua.

Nah terakhir adalah kesiapan untuk memiliki hubungan eksklusif secara seksual dengan pasangan. “Kesiapan untuk tetap tinggal dengan satu pasangan. Jangan sampai sudah punya pasangan, tapi malah buka kesempatan yang lain,” ujar Vera.

Bila memang sudah matang dan siap, maka poin lain yang perlu diperhatikan adalah motif pernikahan. Secara psikologis ada dua motif—positif dan negatif—ketika hendak menikah.

Motif positif misalnya karena cinta, ingin meneruskan keturunan, atau ingin memiliki teman hidup hingga tua. Sementara motif negatif misalnya seperti melunasi hutang orangtua, hamil di luar nikah, ingin keluar dari dominasi orangtua, hingga balas dendam dengan mantan pacar.

“Bila alasannya demikian (motif negatif), maka bisa jadi pernikahan tidak berhasil,” kata dia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *